Sabtu, Mei 18
Shadow

Tag: fuqoha’

LA ADRI AKU TIDAK MENGERTI

LA ADRI AKU TIDAK MENGERTI

FIKRAH
Akhir-akhir banyak tokoh yang tampil memukau didepan kamera, secara live, dihujani pertanyaan dan sang tokoh selalu bisa menjawabnya dengan sangat cepat (dan tepat???). Begitu lancarnya fatwa itu di ucapkan. Hampir pasti setiap pertanyaan selalu bisa dijawab dengan cepat, bahkan kadang nyaris tanpa jeda berpikir. Penulis belum pernah menjumpai (mungkin keterbatasan penulis) seorang penceramah, muballigh, ustadz, atau ustadzah yang tidak bisa menjawab pertanyaan audient, lalu berkata, “maaf saya tidak bisa menjawab. Saya tidak mengerti”. Kenyataan ini berbanding terbalik dengan mbahnya para ulama’, yaitu para sahabat Nabi, tabi’in dan para ulama setelahnya dari para imam-imam mujtahid. Ibnu Abi Layla (w. 83 H) bercerita; “Aku menjumpai seratus dua puluh sahabat Nabi SAW dari kalangan anshor...
Al-Imam Muhyiddin Abi Zakariya Yahya AnNawawi (Bagian kedua)

Al-Imam Muhyiddin Abi Zakariya Yahya AnNawawi (Bagian kedua)

FUQOHA'
Oleh: Redaksi Tafaqquh.com. Tafaqquh.com- Ibnul Atthar menceritakan; Setiap hari, Imam Muhyiddin Abi Zakariya Yahya AnNawawi membaca dua belas pelajaran di hadapan para guru besar, dengan cara memberi syarah (penjelasan) pada kitab yang beliau baca serta mentashih (memberi koreksi) kitab tersebut. Dua belas pelajaran itu adalah; Dua pelajaran dari kitab al-Wasith (kitab fiqih karangan Imam al-Ghazali (w.505) merupakan ringkasan dari kitab al-Basith juga karangan al-Ghazali), satu pelajaran kitab al-Muhaddzab karya as-Syayrazi, satu pelajaran kitab al-Jam'u baynas shahihain (kitab hadits kumpulan dari shohih Bukhori dan shohih Muslim karya al-Hafidh Abi Abdillah Muhammad bin Abi Nashr Futuh al-Humaidi al-Andalusi wafat tahun 488), satu pelajaran kitab shohih Muslim, satu pelajaran kitab ...
Al-Imam Muhyiddin Abi Zakariya Yahya An-Nawawi (Bagian satu)

Al-Imam Muhyiddin Abi Zakariya Yahya An-Nawawi (Bagian satu)

FUQOHA'
Oleh: Redaksi Tafaqquh.com Para peneliti biografi Imam an-Nawawi mensifati Imam An-Nawawi sebagai salah seorang ulama' yang zuhud, wara', mempunyai perhatian besar kepada ilmu yang manfaat dan amal sholeh. Beliau mempunyai kekuatan luar biasa dalam menyuarakan kebenaran dan ber amar ma'ruf nahi munkar serta mempunyai rasa takut sekaligus cinta yang luar biasa kepada Allah ﷻ dan Rasul-NYa ﷺ. Karena sifat-sifat inilah beliau mendapat tempat dihati kaum muslimin. Al-Imam Jalaluddin mensifati Imam Nawawi dengan 'alimul 'ubbad wa abidul ulama' atau Ulama'nya para Ahli Ibadah dan ahli ibadahnya para ulama', zahidul muhaqqiqin muhaqqiquz zahidin, Ahli zuhudnya para peneliti dan penelitinya para ahli zuhud. Imam An-Nawawi mengungguli ulama' dizamannya salah satunya karena umur beliau yang tidak l...