Sabtu, Mei 18
Shadow

Tag: hakikat

LA ADRI AKU TIDAK MENGERTI

LA ADRI AKU TIDAK MENGERTI

FIKRAH
Akhir-akhir banyak tokoh yang tampil memukau didepan kamera, secara live, dihujani pertanyaan dan sang tokoh selalu bisa menjawabnya dengan sangat cepat (dan tepat???). Begitu lancarnya fatwa itu di ucapkan. Hampir pasti setiap pertanyaan selalu bisa dijawab dengan cepat, bahkan kadang nyaris tanpa jeda berpikir. Penulis belum pernah menjumpai (mungkin keterbatasan penulis) seorang penceramah, muballigh, ustadz, atau ustadzah yang tidak bisa menjawab pertanyaan audient, lalu berkata, “maaf saya tidak bisa menjawab. Saya tidak mengerti”. Kenyataan ini berbanding terbalik dengan mbahnya para ulama’, yaitu para sahabat Nabi, tabi’in dan para ulama setelahnya dari para imam-imam mujtahid. Ibnu Abi Layla (w. 83 H) bercerita; “Aku menjumpai seratus dua puluh sahabat Nabi SAW dari kalangan anshor...
HAKIKAT THAHARAH; Perspektif al-Ghozali

HAKIKAT THAHARAH; Perspektif al-Ghozali

FIQHUNNAFS
Tafaqquh.com - Thoharoh dalam perspektif Al-GhozaliBersuci dalam pandangan al-Imam Al-Ghozali terbagi kedalam empat tingkatan Pertama, bersuci lahiriyah dari hadats dan najis Kedua, mensucikan anggota tubuh dari dosa Ketiga, mensucikan hati dari akhlak yang tercela dan prilaku rendah yang dibenci Allah. Keempat, mensucikan jiwa dari selain Allah Seorang hamba tidak bisa mencapai tingkatan tertinggi sebelum ia menyempurnakan tingkat yang rendah. Seseorang tidak akan bisa mensucikan jiwanya dari selain Allah sebelum ia membersihkan hati dari akhlak tercela dan menghiasinya dengan akhlak terpuji. Ia juga tidak dapat membersihkan hatinya dari akhlak yang tercela sebelum ia membersihkan dirinya dari dosa yang melekat pada dirinya dengan bertaubat yang sesungguh-sungguhnya kepada Allah dan menj...
HAKIKAT JIWA MANUSIA

HAKIKAT JIWA MANUSIA

FIQHUNNAFS
Oleh: Syukron Ma’mun Aro, MA.* Anggota Jiwa Nabi Muhammad SAW telah mengungkapkan pada saat akan hijarah dari Mekah ke Madinah, bahwa orang berhijrah itu disetir oleh tiga orientasi : seks, materi, dan idealisme atau keimanan (lillah wa rasulihi). Artinya, manusia itu bisa jadi seharga dorongan perutnya, atau dorongan seksualnya dan dapat menjadi sangat idealis, meninggalkan kedua dorongan jiwa hewani dan nabati itu. Jadi semua perilaku manusia hakekatnya disetir oleh jiwa atau nafs-nya. Tapi jiwa mempunyai banyak anggota, yang oleh al-Ghazzali disebut tentara hati (junud al-qalbi). Anggota jiwa dalam Al-Qur’an diantaranya adalah qalb (hati), ruh (roh), aql (akal), dan iradah (kehendak). demikian pula A. Mubarok menyebutkan dengan istilah sistem nafsani dalam Al-Qur’annya yaitu : Qalb, ‘...