Sabtu, Mei 18
Shadow

Tag: kajian kitab

Kajian Hadis Seputar Anjuran Membaca Qunut Subuh

Kajian Hadis Seputar Anjuran Membaca Qunut Subuh

HADITS AHKAM
Doa Qunut menjadi salah satu bacaan yang sering dibaca oleh umat Islam. Biasanya, mereka akan membacanya tatkala salat Subuh, tepatnya di rakaat kedua setelah I’tidal. Bacaannya cukup singkat, namun mengandung banyak manfaat.             Berbicara mengenai doa Qunut, berarti berbicara seputar ihwal ibadah. Dalam kajian hukum Islam, secara dasar, ibadah hukumnya haram. Maksudnya, ritual ibadah harus ada dalilnya syariat. Jika tidak ada, maka dalam beberapa kondisi, hal tersebut dianggap menyeleweng.             Selanjutnya, dalam beberapa literatur kajian ilmu Hadis, akan ditemukan sekian dalil yang membahas seputar anjuran doa Qunut. Salah satunya adalah hadis y...
Tata Cara Wudu Sunah Yang Diutamakan Sebelum Mandi Wajib

Tata Cara Wudu Sunah Yang Diutamakan Sebelum Mandi Wajib

FIQIH
Salah satu dari kesunahan dalam mandi wajib adalah berwudu sebelum mandi. Ada dua hadis sahih yang berkenaan dengan tata cara wudu Rasulullah SAW sebelum melaksanakan mandi wajib. Perlu kita tahu sebelumnya, bahwa kedua hadis ini sama-sama datang dari dua istri beliau, Sayidah ‘Aisyah dan Sayidah Maimunah. Sehingga, tidak mengherankan jika hal privasi itu bisa sampai kepada para ulama, bahkan sampai pada kita hari ini. Berikut hadisnya,           Peratama, hadis yang diriwayatkan Sayidah ‘Aisyah RA, عَنْ ‌عَائِشَةَ قَالَتْ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الْجَنَابَةِ، غَسَلَ يَدَيْهِ، وَتَوَضَّأَ ‌وُضُوءَهُ ‌لِلصَّلَاةِ، ثُمَّ اغْتَسَلَ، ثُمَّ يُخَلِّلُ بِيَدِهِ شَعَرَهُ، حَتَّى إِذَا ظَنَّ أَنَّهُ قَدْ أَ...
Beribadah dengan Ikhlas

Beribadah dengan Ikhlas

FIQHUNNAFS
Ibadah merupakan sebuah persembahan yang hanya ditunjukkan untuk Tuhan seluruh alam, yakni Allah SWT. Meskipun sebenarnya Allah tidak butuh ibadah kita, tapi karena kita yang butuh maka tetap saja kita harus tetap beribadah. Karena tujuan Allah menciptakan kita sebagai manusia adalah untuk beribadah. Allah berfirman dalam surah Az-Zariyat ayat 56, وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” Ada banyak ibadah yang bisa kita persembahkan kepada Allah. Salah satunya adalah ibadah puasa yang agak sulit untuk divisualisasikan dalam bentuk gambar. Hal ini dikarenakan puasa adalah ibadah dengan cara menahan diri dari makan dan minum. Meskipun menahan itu kata kerja, tapi pekerjaan itu tidak bisa ...
Seberapa Pentingkah Niat? (Kaidah Pertama)

Seberapa Pentingkah Niat? (Kaidah Pertama)

QAWAIDUL FIQHIYAH
Sebuah niat merupakan langkah awal seseorang melakukan suatu pekerjaan. Nah, tidak afdalrasanya jika kita berbicara niat tanpa menyertakan salah satu kaidah dalam ilmu fikih ini, salah satu sila pertama dalam panca kaidah yang lebih dikenal dengan istilah Qawaid kulliyah. Kaidah yang dimaksud berbunyi, الأمور بمقاصدها “Segala sesuatu tergantung maksud (niat)nya.”                 Kaidah ini berdasar pada satu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda, إِنَّمَا ‌الأَعْمَالُ ‌بِالنِّيَّةِ، وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى، ... “Segala hal itu tergantung niatnya, dan setiap hal itu sesuai dengan apa yang diniatkan...”         ...
Teladan Kesopanan dari Kisah Nabi Nuh

Teladan Kesopanan dari Kisah Nabi Nuh

HIKMAH
Nama asli Nabi Nuh adalah Abdul Ghaffar atau dalam pendapat lain Yasykur. Alasan mengenai pergantian nama beliau menjadi Nuh menurut satu versi karena sering menangisi kaumnya yang tidak mau beriman. Sedangkan menurut versi lain karena beliau menangisi kesalahan yang pernah beliau perbuat. Kesalahan tersebut sangat lah fatal, karena dilakukan oleh seorang yang dekat dengan Allah. Konon beliau dalam suatu perjalanan bertemu dengan anjing yang memiliki empat mata. Melihat anjing ini Nabi Nuh berkomentar, “Sungguh, anjing ini sangat lah jelek.” Di luar dugaan, sang anjing membalas komentar Nabi, “Hai Abdul Ghaffar, yang kamu hina itu tampilannya atau pembuatnya? Kalau tampilan yang kamu hina, andai aku bisa memilih tak akan sama sekali aku memilih untuk menjadi anjing. Kalau yang kam...
Al-Imam Muhyiddin Abi Zakariya Yahya An-Nawawi (Bagian Tiga)

Al-Imam Muhyiddin Abi Zakariya Yahya An-Nawawi (Bagian Tiga)

FUQOHA'
Di samping memiliki semangat belajar yang tinggi, Imam Nawawi juga punya semangat menulis yang tak kalah besar. Beliau banyak mengabdikan masa hidupnya dengan menulis. Meski begitu, tidak semua karangan beliau yang tuntas hingga menjadi satu kitab utuh. Untuk itu, Penulis membaginya menjadi tiga bagian. Kitab yang Ditulis Tuntas dan Tersebar Pertama, kitab Riyadl Ash-Shalihin yang menjadi maha karya Imam Nawawi. Kitab ini banyak dikaji di pesantren dan sering menjadi kitab yang dikaji secara pasanan atau dimaknai secara tuntas. Berisi kumpulan hadis yang digolongkan dalam sembilan belas bab, Imam Nawawi mengungkapkan dalam mukadimahnya, “Saya berharap, jika kitab ini selesai, dapat menuntun pembaca untuk beramal saleh serta dapat menghindarkan dari segala keburukan dan segala hal ya...
Ngaji Safinah An-Najah ke-16 Syarat-syarat berwudu

Ngaji Safinah An-Najah ke-16 Syarat-syarat berwudu

KAJIAN KITAB
شروط الوضوء عشرة: الإسلام، والتمييز، والنقاء عن الحيض والنفاس Kebanyakan penulis syarah kitab Safinah An-Najah memberikan judul pasal ini sebagai syarat-syarat berwudu. Tujuannya agar serasi dengan redaksi yang digunakan Mushannif شروط الوضوء. Kendati demikian, bila ditelisik lebih dalam, syarat-syarat ini juga berlaku bagi mandi, tayamum, bahkan seluruh ibadah. Mari kita bahas lebih lanjut. Syarat Pertama: Islam Syarat pertama, Islam. Syarat ini tidak hanya berlaku dalam bersuci, tetapi juga dalam masalah ibadah. Karena Islam merupakan syarat niat, yang menjadi penentu keabsahan ibadah, seperti dalam hadis Sayyidina Umar yang telah diterangkan sebelumnya. Oleh karenanya, wudlu atau mandi wajib yang dilaksanakan oleh orang non-muslim tidak sah. Tetapi terdapat pengecualian, y...
Ngaji Safinah An-Najah ke-15 Fardhu-fardhu Mandi

Ngaji Safinah An-Najah ke-15 Fardhu-fardhu Mandi

KAJIAN KITAB
فَصْلٌ فِي الْغُسْلِ فُرُوْضُ الغُسْلِ اثْنَانِ: النِّيَةُ وَتَعْمِيْمُ البَدَنِ بِالْمَاءِ Mandi merupakan salah satu cara bersuci. Tujuan dari mandi ini tidak hanya memenuhi kewajiban syariat, yakni menghilangkan hadas, melainkan juga mengandung unsur sosial. Ini tercerminkan pada mandi sunah sebelum melakukan salat jumat. Alasan dianjurkan untuk melakukan mandi agar tidak mengganggu orang yang berada di sekitarnya saat melakukan salat. Seperti halnya wudu’, dalam mandi pun ada keharusan berniat. Baik mandi wajib, atau mandi sunah, seperti mandi di hari raya. Secara umum, keharusan niat pada suatu pekerjaan digunakan untuk membedakan antara ibadah, dan kebiasaan. Mandi merupakan kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh manusia. Untuk membedakan antara rutinitas , dan mandi yang d...
Menetap di Dua Daerah, Salat Jumatnya Mengesahkan yang Mana?

Menetap di Dua Daerah, Salat Jumatnya Mengesahkan yang Mana?

KONSULTASI
Salat Jumat diwajibkan bagi umat Islam. Tetapi kewajibannya hanya untuk orang-orang yang sudah memenuhi syarat dan mengesahakan salat Jumat (Ahl Jumat). Syekh Abu Syuja’, dalam kitab Taqrib menyebutkan orang bisa disebut dengan Ahl Jumat memiliki tujuh syarat: Islam, balig, berakal, bukan budak, laki-laki, sehat, dan penduduk tetap (bukan orang dalam perjalanan).             Dalam pelaksanaannya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi supaya salat Jumat bisa dianggap sah. Syekh Zainudin Al-Malibari, Dalam kitab fathul muin menjelaskan bahwa syarat sah salat Jumat ada lima. Pertama, dilaksankan secara berjamaah. Kedua, dilaksanakan oleh 40 orang yang sudah memenuhi syarat (Ahl Jumat). Ketiga, dilaksanakan di daerah pemukiman warga....
Nabi Muhammad Pernah Melaknat Dan Mencaci Seseorang?

Nabi Muhammad Pernah Melaknat Dan Mencaci Seseorang?

HIKMAH
Oleh: Thoha Abil Qasim (Mahasantri Ma’had Aly Situbondo asal Sumenep) Pada sejatinya Rasulullah SAW hanyalah manusia biasa. Dengan begitu, Nabi juga pernah marah, mencela, menyakiti orang lain dan semacamnya. Dalam hal ini Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, اللهم إنما محمد بشر يغضب كما يغضب البشر, وإني قد إتخذ ت عندك عهدا لن تخلفنيه, فأيما مؤمن أذيته أو سببته أو جلدته فاجعلها له كفارة وقربة تقربه بها إليك يوم القيامة Hadis tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah SAW pernah menyakiti dan mencela seorang mukmin. Akan tetapi, Nabi memohon kepada Allah SWT agar menjadikan itu semua sebagai penebus dan pendekatan kepada Allah. Dengan bahasanya Rasulullah SAW mengatakan, “Maka mukmin siapapun yang pernah aku sakiti, aku cela, atau aku cambuk, jadikanlah itu semua sebagai penebus bagi...