Sabtu, Mei 18
Shadow

Tag: fiqih

Jual Beli Tanpa Ijab dan Qabul (Muathah): Pendapat Ulama dalam Kajian Fikih Mazhab Syafi’i

Jual Beli Tanpa Ijab dan Qabul (Muathah): Pendapat Ulama dalam Kajian Fikih Mazhab Syafi’i

FIQIH
Tulisan ini membahas fenomena jual beli, sebuah aktivitas yang mendominasi ekonomi di seluruh dunia. Dalam era teknologi dan pasar yang terus berkembang, praktik jual beli telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita. Namun, terdapat berbagai macam sistem jual beli, termasuk yang akan dibahas di sini, yaitu jual beli tanpa adanya shighat ijab dan qabul (serah-terima). Praktik semacam ini cukup umum di masyarakat, dan kita akan menyelidiki pendapat-pendapat ulama tentang hukumnya. Sebelumnya, penting untuk memahami bahwa salah satu unsur penting dalam jual beli adalah adanya ijab dan qabul atau ucapan timbal balik antara penjual dan pembeli yang menunjukkan persetujuan dari kedua belah pihak. Seperti yang disebutkan oleh Imam Zainuddin Al-Malibari dalam kitab...
Benarkah Wanita Haid Dilarang Ziarah Kubur?

Benarkah Wanita Haid Dilarang Ziarah Kubur?

KONSULTASI
(Tuhandi/Mahasantri Ma’had Aly An-Nur II Semester VII) Dalam beberapa kesempatan, kita akan menjumpai suatu fenomena pemakaman atau perkuburan umum dibanjiri oleh orang-orang di pagi hari. Salah satunya saat hari Jumat Legi. Ziarah kubur atau biasa disebut nyekar di hari Jumat Legi memang sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Jawa. Ziarah kubur juga salah satu amalan yang disyariatkan dalam Islam. Nabi SAW bersabda, « ‌نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا » “Telah aku larang kalian untuk menziarahi kubur (sebelumnya), maka (sekarang) berziarahlah.” (HR. Muslim No. 977). Terkait ziarah kubur ada salah satu anggapan, yang sepertinya sudah menjadi keyakinan banyak orang seperti di kampung kami, bahwa wanita haid dilarang keras pergi ziarah...
Islam itu Mudah, Kalau Kita Memahaminya

Islam itu Mudah, Kalau Kita Memahaminya

QAWAIDUL FIQHIYAH
Vicky Syahrul Hermawan (Mahasantri Mahad Aly An-Nur II Al-Murtadlo Malang/Semester 5) Sebaik-baik nilai ajaran Islam adalah yang paling mudah diaplikasikan umat pemeluknya. Begitulah pesan Nabi kepada kita. Lebih lengkapnya, pesan tersebut bisa dilihat melalui teks hadis di bawah ini, إنَّ خَيْرَ دِينِكُمْ أَيْسَرُهُ إنَّ خَيْرَ دِينِكُمْ أَيْسَرُهُ ”Sebaik-baik (ajaran) agama (yang kalian peluk) adalah yang paling mudah (dilakukan).” (HR. Imam Ahmad) Imam As-Suyuthi, di dalam kitab Asbah wa Nadhair, menyertakan hadits di atas sebagai dasar untuk mengaplikasikan salah satu kaidah pokok di dalam kajian Qawaidul al-Fiqh. Kaidah tersebut berbunyi, الْمَشَقَّةُ تَجْلِبُ التَّيْسِير ”Kesukaran bisa menarik kemudahan.” Melalui kaidah sederhana ini, Imam As-Suyuthi hend...
Apa itu Qawaid Al-Ushul Al-Fiqh?

Apa itu Qawaid Al-Ushul Al-Fiqh?

USHUL FIQH
Muhammad Faiq Fasya, Mahasantri Ma'had Aly An-Nur 2 Al-Murtadlo Dalam kajian Ushul fiqh, seringkali dijumpai beberapa rumus atau kaidah umum yang digunakan. Seperti ‘Sebuah perintah menunjukan kewajiban untuk melaksanakannya’ dan lain-lain. Dan kebanyakan kaidah tadi tidak diketahui sumbernya secara pasti dan meyakinkan. Berbada dengan kaidah fiqh yang bersumber dari berbagai permasalahan dalam fiqh. Untuk itu kita bahas lebih lanjut mengenai kaidah ushul fiqh ini. Qawa’id Al-Ushul Al-Fiqh adalah beberapa kaidah atau metode yang bersifat global (kulliyah) dan difungsikan oleh mujtahid dalam pengambilan hukum. Artinya Qawa’id Al-Ushul Al-Fiqh bersifat lebih khusus dari ilmu Ushul itu sendiri. Mengingat pembahasan ilmu Ushul fiqh mencakup kaidah Ushul Fiqh atau kaidah global, cara pen...
Mengenal Fiqh Tashni’, Formula Fikih Untuk Dunia Industri.

Mengenal Fiqh Tashni’, Formula Fikih Untuk Dunia Industri.

FIKRAH
Mahfudz Ihsan Az-Zamami, Mahasantri Ma'had Aly An-Nur 2 Al-Murtadlo Syariat sebagai salah satu aturan dalam beragama tidak bisa dilepaskan dari gaya hidup seorang muslim. Syariat dalam cakupannya yang umum, mengatur segala hal yang berhubungan dengan interaksi-komunikasi masyarakat muslim dengan siapa pun, Tuhannya hingga tetangganya. Maka, fikih yang dianggap sebagai ragam aturan praktis yang digali dari dalil-dalil yang detail mutlak untuk dipelajari, sebagai media utama untuk mengikuti aturan syariat tadi. Dalam konteks khusus, seorang awam yang belum memiliki kecakapan dalam penggalian dan perumusan hukum, memiliki kewajiban mengikuti suatu mazhab fikih. Di Indonesia, aliran fikih mazhab Syafii mendominasi segala keputusan hukum yang berbau syariat. Maka, beberapa masalah ilm...
Haramkah Pemberian Daging Non-muslim?

Haramkah Pemberian Daging Non-muslim?

FIQIH
Muhtadin Rahayu (Mahasantri Ma’had Aly An-Nur II Semseter VI)             Suatu saat, ketika hendak menyantap hidangan yang ada di dapur, saya terheran karena ada sebuah Besek[1] yang agak dijauhkan dari hidangan-hidangan yang lain. Ketika saya buka, rasa heran saya meningkat karena isinya ayam bakar yang sudah melambai-lambai untuk dimakan. Tanpa pikir panjang saya ambil nasi dan sepotong ayam tersebut.             Tak berapa lama, bapak menegur, memerintahkan untuk mengembalikan ayam tersebut dan mencari lauk yang lainnya saja. Beliau berkilah bahwa ayam tersebut berasal dari tetangga non-muslim, yang ditakutkan ayam ini tidak melalui proses pengolahan yang ditentukan oleh...
Zaman Fatrah, Masa Kekosongan Syariat

Zaman Fatrah, Masa Kekosongan Syariat

USHUL FIQH
Muhammad Miqdadul Anam (Mahasantri Ma’had Aly An-Nur II Semester VI) Dalam kajian Ushul Fiqh terdapat pembahasan menarik seputar masa kekosongan syariat. Di masa itu, tidak ada rasul yang diutus untuk menyebarkan syariat. Masa tersebut bernama Zaman Fatrah. Mengenal Zaman Fatrah Secara bahasa, fatrah diartikan sebagai terputus atau lemah. Para ulama kemudian menggunakan istilah ini sebagai penyebutan kondisi di antara dua rasul. Maka, kita mengenal istilah “Zaman Fatrah” ini sebagai masa kekosongan syariat karena ketiadaan rasul. Sekaligus kita mengenal istilah Ahl fatrah sebagai orang-orang yang hidup di masa tersebut. Zaman fatrah ini memiliki lama yang berbeda-beda. Seperti jarak antara Nabi Isa AS dengan Nabi Muhmmad SAW berbeda dengan jarak antara Nabi Musa AS dengan...

Ulama Ulama Muda

Uncategorized
Oleh: Ustadz Ahmad Hadidul Fahmi Tafaqquh.com - Tahun 2007, saat dikenalkan nama para pengajar di masjid al-Azhar, ada satu sosok muda—berpakaian Azhari—yang sangat menarik perhatian. Bukan karena ia berbicara dengan lantang, tapi karena wajahnya yang masih sangat muda jika dibanding pengajar lain di masjid al-Azhar. Ia duduk berwibawa di kursi pengajar Ruwaq Abbasiyyah—dikelilingi ratusan muridnya dari berbagai latar belakang—sedang menjelaskan materi ilmu hadis. Kalau tidak salah ingat, beliau sedang mengajar kitab al-Bâits al-Hatsîts karangan Ibnu Katsir. Saya diberitahu, namanya adalah Syekh Usamah Sayyid al-Azhari. Saya kaget, karena waktu itu umurnya baru 31 tahun. Beliau ada salah satu murid kesayangan Mufti Mesir kala itu, Syekh Ali Jum’ah Muhammad. Wajah muda tersebut berjeje...
Tidak Main-Main, Inilah bahayanya memutus tali persaudaraan

Tidak Main-Main, Inilah bahayanya memutus tali persaudaraan

HIKMAH
Tafaqquh. Com- Salah satu wujud kerahmatan ajaran Islam adalah ajaran silaturrahim. Begitu pentingnya silaturrahim sehingga banyak ancaman tertuju kepada siapa saja yang memutus tali silaturrahmi. Berikut adalah beberapa ancaman yang ditujukan bagi orang yang memutus tali persaudaraan. Diancam Tidak Masuk Surga Baginda Nabi Muhammad saw bersabda: لا يدخل الجنة قاطع "Tidak akan masuk surga orang yang memutus" (Muttafaq alai Maksudnya kata memutus disini adalah memutus tali persaudaraan sebagaimana dalam riwayat hadits yang lain. Bagi orang yang beriman, hadits ini cukup "mengerikan". Jika surga tak menerima, pastilah neraka akan membuka pintunya. Ah ... Ngeri. Jika tak merasa ngeri, mungkin iman kita belum sampai ke hati. Inna lillaahi wa Innaa ilaihi raji'un. ...
Syarat Wajib Puasa

Syarat Wajib Puasa

FIQIH, Ubudiyah
(یٰۤاَیُّهَا الَّذِیْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَیْكُمُ الصِّیَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِیْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ(۱۸۳ "Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa"al-Baqarah:183 Tafaqquh.com- Syarat dalam istilah fiqih didefnisikan sebagai ما ارتبط به غيره عدما لا وجودا sesuatu yang berhubungan dengan ketiadaan perkara lain, tidak berhubungan dengan keberadaannya. ada pula yang mendifinisikan syarat dengan ما يلرم من عدمه العدم ولا يلزم من وجوده وجود ولا عدم sesuatu yang ketiadaannya menyebabkan ketiadaan namun keberadaannya tidak menyebabkan ada atau tidak adanya sesuatu yang lain. Maksudnya, jika syarat tidak ada maka hukum juga ...