Sabtu, Mei 18
Shadow

FIKRAH

Mengenal Fiqh Tashni’, Formula Fikih Untuk Dunia Industri.

Mengenal Fiqh Tashni’, Formula Fikih Untuk Dunia Industri.

FIKRAH
Mahfudz Ihsan Az-Zamami, Mahasantri Ma'had Aly An-Nur 2 Al-Murtadlo Syariat sebagai salah satu aturan dalam beragama tidak bisa dilepaskan dari gaya hidup seorang muslim. Syariat dalam cakupannya yang umum, mengatur segala hal yang berhubungan dengan interaksi-komunikasi masyarakat muslim dengan siapa pun, Tuhannya hingga tetangganya. Maka, fikih yang dianggap sebagai ragam aturan praktis yang digali dari dalil-dalil yang detail mutlak untuk dipelajari, sebagai media utama untuk mengikuti aturan syariat tadi. Dalam konteks khusus, seorang awam yang belum memiliki kecakapan dalam penggalian dan perumusan hukum, memiliki kewajiban mengikuti suatu mazhab fikih. Di Indonesia, aliran fikih mazhab Syafii mendominasi segala keputusan hukum yang berbau syariat. Maka, beberapa masalah ilm...
ISLAM, SANTRI, DEMONSTRASI DAN NASIONALISME; Proyeksi Nalar Keberagamaan dalam Berbangsa

ISLAM, SANTRI, DEMONSTRASI DAN NASIONALISME; Proyeksi Nalar Keberagamaan dalam Berbangsa

FIKRAH
Oleh: Santri Ma'had Aly PP. Annur 2 al-Murtadlo Bululawang Malang Tafaqquh.com- Nasionalisme merupakan suatu paham kebangsaan yang dikembangkan dalam rangka mempersatukan semua elemen yang ada pada suatu bangsa. Hal ini didasarkan pada rasa cinta terhadap tanah air, bangsa dan negara serta idiologi dan politik. Nasionalisme juga diartikan sebagai suatu sikap politik dan sosial dari kelompok masyarakat yang mempunyai kesamaan budaya, bahasa, wilayah, serta kesamaan cita-cita dan tujuan. Mereka merasakan adanya kesetiaan yang mendalam terhadap kelompok-kelompok yang lain dalam satu bangsa. Dalam konteks NKRI, nasionalisme dicerminkan dengan mencintai dan menghayati setiap budaya yang ada dalam Wawasan Nusantara. Lebih dari itu, nasionalisme bisa diwujudkan dengan melestari...
Hadits Qital dan Propaganda Radikalis

Hadits Qital dan Propaganda Radikalis

FIKRAH, HADITS AHKAM
Oleh: Ust. Nidhom Subkhi "أُمِرتُ أنْ أُقاتلَ النَّاسَ حتَّى يَشهدوا أنْ لا إله إلاَّ الله وأنَّ مُحمَّدًا رسولُ الله، ويُقيموا الصَّلاة، ويُؤْتوا الزَّكاة، فإذا فَعَلوا ذلكَ عَصَمُوا مِنِّي دِماءَهُم وأموالَهُم إلا بحقَّ الإسلام، وحسابُهم على الله"Aku diperintah memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Bila mereka telah melakukan hal tersebut maka mereka telah menjaga darah dan harta bendanya dariku kecuali dengan haq Islam. Dan hisab mereka ada pada Allah. Tafaqquh.com- Hadits tersebut diatas diriwayatkan oleh imam Bukhori di dalam shahihnya. Kelompok yang sejak awal beranggapan bahwa Islam adalah "agama pedang" seringkali mengutip hadits tersebut sebagai pembe...
BERMADZHAB SECARA MANHAJI (II); LEGALITAS BERMADZHAB SECARA MANHAJI

BERMADZHAB SECARA MANHAJI (II); LEGALITAS BERMADZHAB SECARA MANHAJI

FIKRAH, USHUL FIQH
Oleh : Ust. Nidhom Subkhi Tafaqquh.com - Bermadzhab secara manhaji sebenarnya telah lama diperbincangkan bahkan sejak sejarah fikih dimulai. Tidak hanya sebatas sebuah gagasan, melainkan sudah dipraktekkan dan menjadi keharusan dalam menyikapi problematika masyarakat yang terus berkembang. Manhaj Ifta' Imam an-Nawawi dalam Adabul Fatwa wal Mufti wal Mustafti (h. 24) ketika menjelaskan kategori-kategori mufti berdasarkan kemampuan dalam berijtihad menjelaskan; الحالة الرابعة أن يقوم بحفظ المذهب ونقله وفهمه في الواضحات والمشكلات ولكن عنده ضعف في تقرير أدلته وتحرير أقيسته فهذا يعتمد نقله وفتواه به فيما يحكيه من مسطورات مذهبه من نصوص إمامه وتفريع المجتهدين في مذهبه وما لا يجده منقولا إن وجد في المنقول معناه بحيث يدرك بغير كبير فكر أنه لا فرق بينهما جاز إلحاقه به والفتوى به وكذا ما يعلم اندراج...
BERMADZHAB SECARA MANHAJI (I) ; Antara Manhaji, Qauli dan La Madzhabiyah

BERMADZHAB SECARA MANHAJI (I) ; Antara Manhaji, Qauli dan La Madzhabiyah

FIKRAH, USHUL FIQH
Tafaqquh.com - Seiring perkembangan zaman, masalah-masalah fiqhiyah yang terjadi di tengah-tengah masyarakat kian hari kian berkembang dan beragam. Dari masalah-masalah tersebut, banyak diantaranya yang merupakan problematika aktual yang secara faktual tidak terjadi pada masa ulama salaf (madzahib al-arba’ah). Dari sinilah maka muncul gagasan dari sebagian kalangan untuk tidak hanya bermadzhab secara qauli, tetapi juga secara manhaji. Bermanhaj dalam Bermadzhab Bermadzhab secara manhaji dapat dipahami sebagai upaya mendalami kajian ushul fiqh dan qawa’id fiqh sebagai metodologi pemutusan hukum terkait problematika aktual yang belum dirumuskan oleh ulama terdahulu; karena dengan kedua kajian tersebut jugalah para ulama salaf menghasilkan dan merumuskan masalah pada zamannya. Dengan demikia...
RELASI AGAMA DAN NEGARA

RELASI AGAMA DAN NEGARA

FIKRAH
tafaqquh.id - Agama dan negara merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Agama adalah pondasi sedangkan negara adalah penjaga. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Hujjatul Islam al-Imam al-Ghozali dalam kaya monumentalnya Ihya' Ulumuddin. إحياء علوم الدين (1/ 17) وخلق الدنيا زادا ل لمعاد ليتناول منها ما يصلح للتزود فلو تناولوها بالعدل لانقطعت الخصومات وتعطل الفقهاء. ولكنهم تناولوها بالشهوات فتولدت منها الخصومات, فمست الحاجة إلى سلطان يسوسهم واحتاج السلطان إلى قانون يسوسهم به. فالفقيه هو العالم بقانون السياسة وطريق التوسط بين الخلق إذا تنازعوا بحكم الشهوات فكان الفقيه معلم السلطان ومرشده إلى طرق سياسة الخلق وضبطهم لينتظم باستقامتهم أمورهم في الدنيا ولعمري إنه متعلق أيضا بالدين لكن لا بنفسه بل بواسطة الدنيا فإن الدنيا مزرعة الآخرة ولا يتم الدين إلا بالدنيا والملك والدين ت...
ALI ASSAJJAD, BEKAS SUJUD DAN LUTUT UNTA; Telaah Tafsir al-Fath ; 29

ALI ASSAJJAD, BEKAS SUJUD DAN LUTUT UNTA; Telaah Tafsir al-Fath ; 29

FIKRAH, FIQIH
Oleh : Nidhom Subkhi Tafaqquh.com – Ibadah yang baik akan membawa pengaruh yang baik pada pengamalnya. Ibadah tidak hanya tentang seberapa pahala yang kita dapat, namun ibadah juga tentang seberapa kuat ibadah itu memberi pengaruh pada sendi-sendi kehidupan kita. Pendek kata, ibadah harus meninggalkan bekas (yang baik) pada diri pengamalnya. Allah swt berfirman : سِيمَاهُمۡ فِي وُجُوهِهِم مِّنۡ أَثَرِ ٱلسُّجُودِۚ "Tanda mereka (orang-orang mukmin) ada didalam wajah mereka dari bekas sujud" (al-Fath:29) Penggalan ayat ini jelas menyatakan bahwa sujud itu meninggalkan bekas atau atsar. Bekas tersebut tampak pada wajah. Tafsir Atsaris sujud Lalu apa yang dimaksud dengan atsaris sujud dalam ayat tersebut? Apakah bekas sujud itu adalah jidat yang gosong? ataukah wajah yang bersinar? ataukah ...
ISRA’ MI’RAJ THE SERIES Eps. 1: Tahun Keprihatinan dan Doa yang Menggetarkan

ISRA’ MI’RAJ THE SERIES Eps. 1: Tahun Keprihatinan dan Doa yang Menggetarkan

FIKRAH, HIKMAH
ISRA' MI'RAJ THE SERIES Eps. 1: Tahun Keprihatinan dan Doa yang Menggetarkan Oleh: Ustadz Nidhom Subkhi Tafaqquh.com- Ada tiga tonggak sejarah penting dalam perjalan sejarah dakwah Rasulullah saw. Pertama adalah bi'tsah, yaitu diangkatnya Muhammad sebagai utusan Allah. Kedua adalah peristiwa spektakuler isra' mi'raj. Dan ketiga adalah kisah hijrahnya Rasulullah saw bersama para sahabat setianya ke Madinah. Beban teramat berat harus dipikul oleh Rasulullah saw semenjak Beliau diangkat sebagai Rasul. Semua orang tiba-tiba mencibirnya, mencemoohnya, memusuhi, bahkan menyakiti beliau setelah sebelumnya Beliau dicintai oleh semua orang karena keluhuran budinya. Ketika semua orang serempak memusuhi beliau, ketika beliau dikucilkan dan terasing dari masyarakatnya, ada dua orang yang menjadi p...

MENJIWAI FIQIH DENGAN MAQOSHIDUS SYARI’AH

FIKRAH, USHUL FIQH
MENJIWAI FIQIH DENGAN MAQOSHIDUS SYARI'AH BY; Nidhom Subkhi Fiqih, sebagaimana keterangan dalam tulisan-tulisan kami, (baca: )adalah hasil dari usaha maksimal untuk menerjemahkan pesan-pesan Allah yang tersebar dalam ayat-ayat al-Qur'an maupun teks-teks sunnah. Ringkasnya, fiqih berusaha mengaktualisasi firman menjadi sebuah aksi (af'alul ibad). Natijahnya, fiqih bertugas menyelaraskan aksi (af'alul ibad) dengan pesan yang dikehendaki al-kholiq. Sebagai aktualisasi dari firman Tuhan, fiqih harus diletakkan diatas dasar "menjaga keberlangsungan misi Tuhan". Terasa aneh, jika fiqih berjalan sendiri diluar koridor 'misi Tuhan'. Dan lucu juga ketika sebuah hukum ditetapkan tanpa arah tujuan yang jelas atau dengan tujuan yang tidak sesuai dengan tujuan sang pembuat hukum itu sendiri. Ma...
LA ADRI AKU TIDAK MENGERTI

LA ADRI AKU TIDAK MENGERTI

FIKRAH
Akhir-akhir banyak tokoh yang tampil memukau didepan kamera, secara live, dihujani pertanyaan dan sang tokoh selalu bisa menjawabnya dengan sangat cepat (dan tepat???). Begitu lancarnya fatwa itu di ucapkan. Hampir pasti setiap pertanyaan selalu bisa dijawab dengan cepat, bahkan kadang nyaris tanpa jeda berpikir. Penulis belum pernah menjumpai (mungkin keterbatasan penulis) seorang penceramah, muballigh, ustadz, atau ustadzah yang tidak bisa menjawab pertanyaan audient, lalu berkata, “maaf saya tidak bisa menjawab. Saya tidak mengerti”. Kenyataan ini berbanding terbalik dengan mbahnya para ulama’, yaitu para sahabat Nabi, tabi’in dan para ulama setelahnya dari para imam-imam mujtahid. Ibnu Abi Layla (w. 83 H) bercerita; “Aku menjumpai seratus dua puluh sahabat Nabi SAW dari kalangan anshor...