Sabtu, Mei 18
Shadow

Tag: tafaqquh

Kajian Hadis Seputar Anjuran Membaca Qunut Subuh

Kajian Hadis Seputar Anjuran Membaca Qunut Subuh

HADITS AHKAM
Doa Qunut menjadi salah satu bacaan yang sering dibaca oleh umat Islam. Biasanya, mereka akan membacanya tatkala salat Subuh, tepatnya di rakaat kedua setelah I’tidal. Bacaannya cukup singkat, namun mengandung banyak manfaat.             Berbicara mengenai doa Qunut, berarti berbicara seputar ihwal ibadah. Dalam kajian hukum Islam, secara dasar, ibadah hukumnya haram. Maksudnya, ritual ibadah harus ada dalilnya syariat. Jika tidak ada, maka dalam beberapa kondisi, hal tersebut dianggap menyeleweng.             Selanjutnya, dalam beberapa literatur kajian ilmu Hadis, akan ditemukan sekian dalil yang membahas seputar anjuran doa Qunut. Salah satunya adalah hadis y...
Perihal Hadis Larangan Berbicara di Saat Khutbah Berlangsung

Perihal Hadis Larangan Berbicara di Saat Khutbah Berlangsung

HADITS AHKAM
Moch. Vicky Shahrul H. (Mahasantri Ma’had Aly An-Nur II Al-Murtadlo Malang) Berbicara seputar salat Jumat, jamak diketahui bahwa hukum pelaksanaannya adalah Fardu Ain. Hal ini berlaku bagi muslim laki-laki yang memenuhi kriteria tertentu.                 Ulama menegaskan, siapapun dia yang mengingkari kewajiban salat Jumat, bisa dipastikan kafir. Hal ini berdasar firman Allah Swt., يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا إِذَا نُودِىَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوْمِ ٱلْجُمُعَةِ فَٱسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ “Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk salat Jumat, maka bersegeralah mengingat Allah.” (QS. al-Jumuah: 9) Meski, salat ini mulai diwajibkan di Mekah, namun pelaksanaannya pertama kali ada di Madin...
Jual Beli Tanpa Ijab dan Qabul (Muathah): Pendapat Ulama dalam Kajian Fikih Mazhab Syafi’i

Jual Beli Tanpa Ijab dan Qabul (Muathah): Pendapat Ulama dalam Kajian Fikih Mazhab Syafi’i

FIQIH
Tulisan ini membahas fenomena jual beli, sebuah aktivitas yang mendominasi ekonomi di seluruh dunia. Dalam era teknologi dan pasar yang terus berkembang, praktik jual beli telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita. Namun, terdapat berbagai macam sistem jual beli, termasuk yang akan dibahas di sini, yaitu jual beli tanpa adanya shighat ijab dan qabul (serah-terima). Praktik semacam ini cukup umum di masyarakat, dan kita akan menyelidiki pendapat-pendapat ulama tentang hukumnya. Sebelumnya, penting untuk memahami bahwa salah satu unsur penting dalam jual beli adalah adanya ijab dan qabul atau ucapan timbal balik antara penjual dan pembeli yang menunjukkan persetujuan dari kedua belah pihak. Seperti yang disebutkan oleh Imam Zainuddin Al-Malibari dalam kitab...
Kemaslahatan, Tujuan Final Nilai Ajaran Islam

Kemaslahatan, Tujuan Final Nilai Ajaran Islam

USHUL FIQH
(Mahasantri Mahad Aly An-Nur II Al-Murtadlo Malang/Semester 4) Islam itu agama yang unik. Kenapa penulis katakan unik? Karena, di satu sisi, nilai ajaran yang ada di dalamnya bersumber dari langit (Tuhan), namun, di sisi lain, tujuan nilai ajaran tersebut tidak lain adalah untuk kebahagiaan bumi (umat manusia). Kemaslahatan umat manusia adalah tujuan final diciptakannya nilai ajaran Islam.   Bagaimana membuktikan pernyataan di atas? Mari kita belajar salah satu tema kajian Ushul Fikih (Metodologi Hukum Islam), yakni seputar “kemaslahatan sebagai rujukan utama dalam menelurkan suatu hukum.” Salah satu khazanah yang bisa kita telaah adalah kitab bertajuk Ilmu Ushul Fikih, karangan Imam Abdul Wahab Khalaf, salah seorang pemikir Islam yang lahir di tengah-tengah kolonialisme ...
Islam itu Mudah, Kalau Kita Memahaminya

Islam itu Mudah, Kalau Kita Memahaminya

QAWAIDUL FIQHIYAH
Vicky Syahrul Hermawan (Mahasantri Mahad Aly An-Nur II Al-Murtadlo Malang/Semester 5) Sebaik-baik nilai ajaran Islam adalah yang paling mudah diaplikasikan umat pemeluknya. Begitulah pesan Nabi kepada kita. Lebih lengkapnya, pesan tersebut bisa dilihat melalui teks hadis di bawah ini, إنَّ خَيْرَ دِينِكُمْ أَيْسَرُهُ إنَّ خَيْرَ دِينِكُمْ أَيْسَرُهُ ”Sebaik-baik (ajaran) agama (yang kalian peluk) adalah yang paling mudah (dilakukan).” (HR. Imam Ahmad) Imam As-Suyuthi, di dalam kitab Asbah wa Nadhair, menyertakan hadits di atas sebagai dasar untuk mengaplikasikan salah satu kaidah pokok di dalam kajian Qawaidul al-Fiqh. Kaidah tersebut berbunyi, الْمَشَقَّةُ تَجْلِبُ التَّيْسِير ”Kesukaran bisa menarik kemudahan.” Melalui kaidah sederhana ini, Imam As-Suyuthi hend...
Apa itu Qawaid Al-Ushul Al-Fiqh?

Apa itu Qawaid Al-Ushul Al-Fiqh?

USHUL FIQH
Muhammad Faiq Fasya, Mahasantri Ma'had Aly An-Nur 2 Al-Murtadlo Dalam kajian Ushul fiqh, seringkali dijumpai beberapa rumus atau kaidah umum yang digunakan. Seperti ‘Sebuah perintah menunjukan kewajiban untuk melaksanakannya’ dan lain-lain. Dan kebanyakan kaidah tadi tidak diketahui sumbernya secara pasti dan meyakinkan. Berbada dengan kaidah fiqh yang bersumber dari berbagai permasalahan dalam fiqh. Untuk itu kita bahas lebih lanjut mengenai kaidah ushul fiqh ini. Qawa’id Al-Ushul Al-Fiqh adalah beberapa kaidah atau metode yang bersifat global (kulliyah) dan difungsikan oleh mujtahid dalam pengambilan hukum. Artinya Qawa’id Al-Ushul Al-Fiqh bersifat lebih khusus dari ilmu Ushul itu sendiri. Mengingat pembahasan ilmu Ushul fiqh mencakup kaidah Ushul Fiqh atau kaidah global, cara pen...
Mengenal Fiqh Tashni’, Formula Fikih Untuk Dunia Industri.

Mengenal Fiqh Tashni’, Formula Fikih Untuk Dunia Industri.

FIKRAH
Mahfudz Ihsan Az-Zamami, Mahasantri Ma'had Aly An-Nur 2 Al-Murtadlo Syariat sebagai salah satu aturan dalam beragama tidak bisa dilepaskan dari gaya hidup seorang muslim. Syariat dalam cakupannya yang umum, mengatur segala hal yang berhubungan dengan interaksi-komunikasi masyarakat muslim dengan siapa pun, Tuhannya hingga tetangganya. Maka, fikih yang dianggap sebagai ragam aturan praktis yang digali dari dalil-dalil yang detail mutlak untuk dipelajari, sebagai media utama untuk mengikuti aturan syariat tadi. Dalam konteks khusus, seorang awam yang belum memiliki kecakapan dalam penggalian dan perumusan hukum, memiliki kewajiban mengikuti suatu mazhab fikih. Di Indonesia, aliran fikih mazhab Syafii mendominasi segala keputusan hukum yang berbau syariat. Maka, beberapa masalah ilm...
Zaman Fatrah, Masa Kekosongan Syariat

Zaman Fatrah, Masa Kekosongan Syariat

USHUL FIQH
Muhammad Miqdadul Anam (Mahasantri Ma’had Aly An-Nur II Semester VI) Dalam kajian Ushul Fiqh terdapat pembahasan menarik seputar masa kekosongan syariat. Di masa itu, tidak ada rasul yang diutus untuk menyebarkan syariat. Masa tersebut bernama Zaman Fatrah. Mengenal Zaman Fatrah Secara bahasa, fatrah diartikan sebagai terputus atau lemah. Para ulama kemudian menggunakan istilah ini sebagai penyebutan kondisi di antara dua rasul. Maka, kita mengenal istilah “Zaman Fatrah” ini sebagai masa kekosongan syariat karena ketiadaan rasul. Sekaligus kita mengenal istilah Ahl fatrah sebagai orang-orang yang hidup di masa tersebut. Zaman fatrah ini memiliki lama yang berbeda-beda. Seperti jarak antara Nabi Isa AS dengan Nabi Muhmmad SAW berbeda dengan jarak antara Nabi Musa AS dengan...

Ulama Ulama Muda

Uncategorized
Oleh: Ustadz Ahmad Hadidul Fahmi Tafaqquh.com - Tahun 2007, saat dikenalkan nama para pengajar di masjid al-Azhar, ada satu sosok muda—berpakaian Azhari—yang sangat menarik perhatian. Bukan karena ia berbicara dengan lantang, tapi karena wajahnya yang masih sangat muda jika dibanding pengajar lain di masjid al-Azhar. Ia duduk berwibawa di kursi pengajar Ruwaq Abbasiyyah—dikelilingi ratusan muridnya dari berbagai latar belakang—sedang menjelaskan materi ilmu hadis. Kalau tidak salah ingat, beliau sedang mengajar kitab al-Bâits al-Hatsîts karangan Ibnu Katsir. Saya diberitahu, namanya adalah Syekh Usamah Sayyid al-Azhari. Saya kaget, karena waktu itu umurnya baru 31 tahun. Beliau ada salah satu murid kesayangan Mufti Mesir kala itu, Syekh Ali Jum’ah Muhammad. Wajah muda tersebut berjeje...
Tidak Main-Main, Inilah bahayanya memutus tali persaudaraan

Tidak Main-Main, Inilah bahayanya memutus tali persaudaraan

HIKMAH
Tafaqquh. Com- Salah satu wujud kerahmatan ajaran Islam adalah ajaran silaturrahim. Begitu pentingnya silaturrahim sehingga banyak ancaman tertuju kepada siapa saja yang memutus tali silaturrahmi. Berikut adalah beberapa ancaman yang ditujukan bagi orang yang memutus tali persaudaraan. Diancam Tidak Masuk Surga Baginda Nabi Muhammad saw bersabda: لا يدخل الجنة قاطع "Tidak akan masuk surga orang yang memutus" (Muttafaq alai Maksudnya kata memutus disini adalah memutus tali persaudaraan sebagaimana dalam riwayat hadits yang lain. Bagi orang yang beriman, hadits ini cukup "mengerikan". Jika surga tak menerima, pastilah neraka akan membuka pintunya. Ah ... Ngeri. Jika tak merasa ngeri, mungkin iman kita belum sampai ke hati. Inna lillaahi wa Innaa ilaihi raji'un. ...