Tafaqquh.com – Allah SWT berfirman:
الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لا يَقُومُونَ إِلا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 275)
Ayat ini menjelaskan beberapa hal pada kita;
– Pelaku riba diancam Allah “tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan.” Maksudnya ….
– Di akhirat, ia akan dibangkitkan layaknya orang yang gila. Ini adalah ancaman yang berat, karena kebangkitan seseorang menandakan apa yang akan ia terima setelahnya. Jika ia dibangkitkan dengan baik maka sesudah itu ia akan menerima kebaikan-kebaikan, begitu pula sebaliknya.
– Di dunia, pelaku riba lambat laun, sedikit demi sedikit, akan berubah gaya hidupnya. Dari yang rajin beribadah menjadi malas. Dari hati yang dipenuhi keimanan menjadi dipenuhi keinginan-keinginan dunia.
Jika sebelumnya ia bisa menangis bercucuran air mata ketika mengingat Allah, Rasululloh, akhirat atau yang lain, sekarang rasa itu hilang entah kemana. Hambar, sepo, anyep ……
Fikirannya lebih cenderung utk mendapatkan kesenangan duniawi dan enggan diajak kebaikan untuk akhiratnya.
Tanpa ia sadari hatinya mulai mengeras, tidak ada lagi kenikmatan beribadah, berdzikir, bermunajat ….. semuanya terasa hampa. Kosong tanpa makna.
Keadaan seperti ini, Jika tidak cepat tertolong, hati bisa benar2 menjadi mati. Dan kalau hatinya sudah mati, maka jadilah ia seperti orang yg kerasukan setan. Tak tau lagi mana baik, mana buruk? Mana manfaat mana madlorrot? Tiap saat yg ia pikir hanya harta, harta, dan harta hingga puncaknya ketika ia berfikir bahwa hidupnya benar2 tergantung pada riba yang ia jalankan, kumandelnya pada Allah hilang. Bahwa rizqi ada pada Allah sudah ia lupakan….. na’udzu billah.
Semoga kita semua dijaga oleh Allah dari memakan, menjalankan, atau membantu terjadinya riba.
wallahu a’lam bis Showab
- RAGAM DEFINISI PUASA - April 20, 2020
- RAHASIA-RAHASIA PUASA I - Mei 8, 2019
- MENGGUNAKAN INVENTARIS MASJID - April 29, 2019