FIQHUNNAFS
ALTRUISME
Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA, Rasul SAW bersabda : أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ أَنْفَعَهُمْ لِلنَّاسِ ، وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ … Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat orang lain dan amal yang paling dicintai Allah adalah membahagiakan (orang lain) yang muslim [HR Thabrani] Filosofi ban Suatu…
MUSIBAH; KOK BISA?
Oleh Ust. Nidhom Subkhi* (أَوَلَمَّا أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَدْ أَصَبْتُمْ مِثْلَيْهَا قُلْتُمْ أَنَّىٰ هَٰذَا ۖ قُلْ هُوَ مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ) [Surat Ali ‘Imran 165] Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata: “Darimana…
ORANG PINTAR
Diriwayatkan dari Syaddad bin Aus bahwa Rasulullah saw bersabda : الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ “Orang yang pintar lagi cerdas (Aqil fathin) adalah yang menundukkan nafsunya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian, sedangkan orang yang lemah adalah yang mengikuti hawa nafsunya tapi banyak berangan-angan…
MENJAGA RAHASIA
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah RA, Rasul SAW bersabda : إِذَا حَدَّثَ الرَّجُلُ الْحَدِيثَ ثُمَّ الْتَفَتَ فَهِيَ أَمَانَةٌ Apabila seseorang berbicara kemudian menoleh (ke kanan ke kiri untuk memastikan keadaan) maka pembicaraan tersebut adalah amanat (bagi pendengarnya) [HR Turmudzy] Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, rahasia didefinisikan sebagai sesuatu yang sengaja disembunyikan supaya tidak diketahui orang…
HAKIKAT THAHARAH; Perspektif al-Ghozali
Tafaqquh.com – Thoharoh dalam perspektif Al-GhozaliBersuci dalam pandangan al-Imam Al-Ghozali terbagi kedalam empat tingkatan Pertama, bersuci lahiriyah dari hadats dan najis Kedua, mensucikan anggota tubuh dari dosa Ketiga, mensucikan hati dari akhlak yang tercela dan prilaku rendah yang dibenci Allah. Keempat, mensucikan jiwa dari selain Allah Seorang hamba tidak bisa mencapai tingkatan tertinggi sebelum ia…
BERSAMA TAK HARUS SAMA
Tafaqquh.com – Seperti sepatu yang kita pakai, tiap kaki memiliki ukurannya memaksakan tapal kecil untuk telapak besar akan menyakiti. Memaksakan sepatu besar untuk tapal kecil merepotkan kaki-kaki yang nyaman dalam sepatunya akan berbaris rapi-rapi Itulah Umar dan Inilah Utsman Seorang lelaki tinggi besar berlari-lari di tengah padang. Siang itu, mentari seakan didekatkan hingga sejengkal. Pasir…
BERLOMBA DENGAN KEMATIAN BEREBUT AMPUNAN
Tafaqquh.com- Ada yang bertanya tentang dua ayat berikut, mengapa seruan untuk memohon ampunan dalam kedua ayat berikut menggunakan kata saari’uu dan saabiquu, adakah rahasia yang terkandung di dalamnya? Ayat yang dimaksud adalah: وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ ﴿آلعمران: ١٣٣﴾ Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga…
JIWA ; Rindu Pulang Kampung
Dimulai dari ayat وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا Dan demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya) Ayat ini jelas menyatakan bahwa Allah menciptakan manusia, jiwa dan raganya dengan sempurna. Termasuk kesempurnaan itu adalah “fithrah” keinginan dasar manusia untuk baik. Ini dimiliki oleh setiap manusia. Seperti hadits Rasululloh كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ كَمَثَلِ…
HASUD TINGKAT TINGGI
Oleh: DR. H. Fathul Bari. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda : إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ Jauhilah hasud sebab hasud itu dapat membakar kebaikan layaknya api membakar kayu bakar [HR Abu Daud] Beda Hasud dengan Ghibthoh Penyakit hati yang sering merasuki jiwa manusia dengan tidak mengenal golongan,…
HAKIKAT JIWA MANUSIA
Oleh: Syukron Ma’mun Aro, MA.* Anggota Jiwa Nabi Muhammad SAW telah mengungkapkan pada saat akan hijarah dari Mekah ke Madinah, bahwa orang berhijrah itu disetir oleh tiga orientasi : seks, materi, dan idealisme atau keimanan (lillah wa rasulihi). Artinya, manusia itu bisa jadi seharga dorongan perutnya, atau dorongan seksualnya dan dapat menjadi sangat idealis, meninggalkan…
