Shadow

HIKMAH

DAHSYATNYA KIBLAT

DAHSYATNYA KIBLAT

HIKMAH
Diriwayatkan dari sayyidah Aisyah RA bahwa Rasul saw bersabda: إِنَّهُمْ لَا يَحْسُدُونَا عَلَى شَيْءٍ كَمَا يَحْسُدُونَا عَلَى يَوْمِ الْجُمُعَةِ الَّتِي هَدَانَا اللَّهُ لَهَا وَضَلُّوا عَنْهَا وَعَلَى الْقِبْلَةِ الَّتِي هَدَانَا اللَّهُ لَهَا وَضَلُّوا عَنْهَا وَعَلَى قَوْلِنَا خَلْفَ الْإِمَامِ آمِينَ Sesungguhnya mereka (orang yahudi) tidaklah dengki kepada kita (orang islam) atas sesuatu seperti kedengkian mereka atas hari jumat, dimana kita diberi petunjuk untuk menghadap mengagungkan hari jumat sedangkan mereka sesat darinya, dan atas kiblat yang mana kita diberi petunjuk untuk menghadap kiblat sedangkan mereka sesat darinya, dan atas ucapan “amin” kita di belakang imam. [HR Ahmad] Kiblat (ka’bah) adalah lambang persatuan ummat islam yang tidak dimiliki oleh ummat lain. Inilah ya...
ISRA’ MI’RAJ THE SERIES Eps. 1: Tahun Keprihatinan dan Doa yang Menggetarkan

ISRA’ MI’RAJ THE SERIES Eps. 1: Tahun Keprihatinan dan Doa yang Menggetarkan

FIKRAH, HIKMAH
ISRA' MI'RAJ THE SERIES Eps. 1: Tahun Keprihatinan dan Doa yang Menggetarkan Oleh: Ustadz Nidhom Subkhi Tafaqquh.com- Ada tiga tonggak sejarah penting dalam perjalan sejarah dakwah Rasulullah saw. Pertama adalah bi'tsah, yaitu diangkatnya Muhammad sebagai utusan Allah. Kedua adalah peristiwa spektakuler isra' mi'raj. Dan ketiga adalah kisah hijrahnya Rasulullah saw bersama para sahabat setianya ke Madinah. Beban teramat berat harus dipikul oleh Rasulullah saw semenjak Beliau diangkat sebagai Rasul. Semua orang tiba-tiba mencibirnya, mencemoohnya, memusuhi, bahkan menyakiti beliau setelah sebelumnya Beliau dicintai oleh semua orang karena keluhuran budinya. Ketika semua orang serempak memusuhi beliau, ketika beliau dikucilkan dan terasing dari masyarakatnya, ada dua orang yang menjadi p...
SUAMI, SURGA ATAU NERAKAMU

SUAMI, SURGA ATAU NERAKAMU

HIKMAH
Diriwayatkan dari Al-Hushain bin Mihshan menceritakan bahwa bibinya pernah datang ke tempat Nabi SAW karena satu keperluan. Selesainya dari keperluan tersebut, Rasulullah SAW bertanya kepadanya, أَذَاتُ زَوْجٍ أَنْتِ؟ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ كَيْفَ أَنْتِ لَهُ؟ قَالَتْ مَا آلُوهُ إِلَّا مَا عَجَزْتُ عَنْهُ قَالَ فَانْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ فَإِنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ “Apakah engkau sudah bersuami?” Bibi Al-Hushain menjawab, “Sudah”. Rasulullah SAW bertanya lagi : “Bagaimana (sikap) engkau terhadap suamimu?”. Ia menjawab: “Aku tidak pernah mengurangi haknya kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu melakukannya”. Rasulullah SAW bersabda : “Lihatlah di mana keberadaanmu dalam pergaulan dengan suamimu, karena suamimu adalah surga dan nerakamu.” [HR. Ahmad] Dalam kehidupan rumah ta...
SAYANG ANAK

SAYANG ANAK

HIKMAH
Diriwayatkan dari ‘Aisyah RA, beliau berkata : “Seorang wanita miskin datang kepadaku dengan membawa dua anak perempuannya, lalu aku memberinya tiga buah kurma. Kemudian dia memberi untuk anaknya masing-masing satu buah kurma, dan satu kurma hendak dia masukkan ke mulutnya untuk dimakan sendiri. Namun kedua anaknya meminta kurma tersebut. Maka si ibu pun membagi dua kurma yang semula hendak dia makan untuk diberikan kepada kedua anaknya. Peristiwa itu membuatku takjub sehingga aku ceritakan perbuatan wanita tadi kepada Rasul SAW. Maka beliau bersabda, : إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَوْجَبَ لَهَا بِهَا الْجَنَّةَ أَوْ أَعْتَقَهَا بِهَا مِنَ النَّارِ Sesungguhnya Allah telah menetapkan baginya surga (karena perbuatan baiknya kepada anaknya) dan membebaskannya dari neraka” [H.R Muslim] “Sayang anak”...
BERSAMA TAK HARUS SAMA

BERSAMA TAK HARUS SAMA

FIQHUNNAFS, HIKMAH
Tafaqquh.com - Seperti sepatu yang kita pakai, tiap kaki memiliki ukurannya memaksakan tapal kecil untuk telapak besar akan menyakiti. Memaksakan sepatu besar untuk tapal kecil merepotkan kaki-kaki yang nyaman dalam sepatunya akan berbaris rapi-rapi Itulah Umar dan Inilah Utsman Seorang lelaki tinggi besar berlari-lari di tengah padang. Siang itu, mentari seakan didekatkan hingga sejengkal. Pasir membara, ranting-ranting­ menyala dalam tiupan angin yang keras dan panas. Dan lelaki itu masih berlari-lari. Lelaki itu menutupi wajah dari pasir yang beterbangan dengan surbannya, mengejar dan menggiring seekor anak unta. Di padang gembalaan tak jauh darinya, berdiri sebuah dangau pribadi berjendela. Sang pemilik, ’Utsman ibn ‘Affan, sedang beristirahat sambil melantun Al Quran, dengan menyan...
MENJEMPUT HIDAYAH

MENJEMPUT HIDAYAH

HIKMAH
Oleh : Al-Ustadz Fahmi Hamid As-Segaff Disampaikan dalam pembukaan pengajian Syifaus Saqim karya Habib Muhammad bin Abdillah Al-Haddar di pondok pesantren Salafiyah As-Syafi'iyah Pulungdowo - Tumpang - Malang Hidayah itu jangan ditunggu sebagaimana kita tidak akan berdiam diri menunggu rizqi. Hidayah itu harus dicari, harus dijemput dan diupayakan sebagaimana kita mencari rizqi yang berupa harta benda. Rizqi tidak hanya berbentuk uang dan harta benda. Hidayahpun merupakan rizqi, bahkan rizqi yang terbesar. Rizqi yang berupa hidayah akan selalu kita butuhkan hingga kita pulang ke akhirat, sedangkan rizqi yang berupa uang dan harta benda tidak akan kekal. Jika rizqi harta benda yang hanya bersifat sementara saja kita tidak pernah lelah untuk mencarinya, bagaimanakah usaha kita untuk mem...
UJUB; Serpihan Kisah Hasan Al Bashri

UJUB; Serpihan Kisah Hasan Al Bashri

HIKMAH
Tafaqquh.com- Suatu hari di tepi sungai Dajlah, Syeich Hasan al-Basri melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan  dengan seorang perempuan. Di sisi mereka terletak sebotol arak memabukkan...... Kemudian Syeich Hasan berbisik dalam hati, "Alangkah buruk akhlak orang itu & baiknya kalau dia seperti aku!" . Tiba-tiba Syeich Hasan melihat sebuah perahu di tepi sungai yang sedang tenggelam. Lelaki yang duduk di tepi sungai tadi segera terjun utk menolong penumpang perahu yang hampir lemas karena karam. . Enam dari tujuh penumpang itu berhasil diselamatkan. . Kemudian dia berpaling ke arah Hasan al-Basri dan berkata, "Jika engkau memang lebih mulia daripada saya, maka dengan nama Allah, selamatkan seorang lagi yang belum sempat saya tolong. Engkau diminta untuk menyelamatkan satu ora...
SENIORITAS

SENIORITAS

HIKMAH
Oleh : KH. DR.H.Fathul Bari  Tafaqquh.com - Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah ﷺ bersabda : خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” [HR Thabrani] Dalam agama islam, kelebihan (baca: kemuliaan) seseorang di sisi Allah bukanlah ditentukan oleh faktor rupa dan harta namun karena kadar ketaqwaan dan pekerjaannya sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda : إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ ».  “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada rupa dan harta kalian. Namun yang Allah lihat adalah hati dan pekerjaan kalian.” [HR Muslim] dan ditegaskan oleh Allah swt : Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang ...
Nafas Terakhir Bersama Tasbih

Nafas Terakhir Bersama Tasbih

HIKMAH
​Amir bin Abdillah bin Zubair berada di atas tikar, menunggu kematian. Seakan ia sedang menghitung nafas kehidupan.  Sanak keluarga mengelilinginya, mereka menangis.  Manakala ia berjuang melawan rasa sakit yang datang bersama datangnya kematian, saat dimana nafasnya hanya sampai kerongkongan, naza' nya semakin berat, derita sakitnya semakin besar. Dalam keadaan demikian ia mendengar suara adzan maghrib.  Begitu ia mendengar kumandang adzan, ia berkata kepada orang di sekitarnya; "Pegang tanganku!"  "Mau kemanakah?" Kata mereka.  "Ke masjid....!!" Jawab Amir dengan suara gemetar menahan sakit, namun terdengar tegas tanpa keraguan.  "Dalam keadaan demikian engkau akan pergi ke masjid?" Mereka bertanya heran.  "Subhanallah ..... ! Aku mendengar pangg...
AMIRIL MUKMININ, QISHOSHLAH AKU; Sepenggal Kisah Al Faruq

AMIRIL MUKMININ, QISHOSHLAH AKU; Sepenggal Kisah Al Faruq

HIKMAH
Suatu hari, Umar sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya, para sahabat sedang asyik mendiskusikan sesuatu. Tiba-tiba datanglah 3 orang pemuda. Dua pemuda memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka. Ketika sudah berhadapan dengan Umar, kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata : "Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!" "Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini !". Umar segera bangkit dan berkata : "Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka, wahai anak muda?" Pemuda lusuh itu menunduk sesal dan berkata : "Benar, wahai Amirul Mukminin." "Ceritakanlah kepada kami kejadiannya.", tukas Umar. Pemuda lusuh itu kemudian memulai ceritanya : "Aku datang dari pedalaman yang j...