Warning: Undefined variable $add in /home/tafaqquc/public_html/wp-content/plugins/meta-keywords-generator/plugin.php on line 183

Warning: Undefined variable $description in /home/tafaqquc/public_html/wp-content/plugins/meta-keywords-generator/plugin.php on line 185

Deprecated: str_contains(): Passing null to parameter #1 ($haystack) of type string is deprecated in /home/tafaqquc/public_html/wp-includes/shortcodes.php on line 709

Deprecated: str_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/tafaqquc/public_html/wp-content/plugins/meta-keywords-generator/plugin.php on line 185

Bermedia Sosial Dalam Timbangan Islam

Media sosial dengan semua platformnya hanya sebagai alat dan sarana. Ia tak ubahnya dengan pisau atau alat tradisional lainnya. Ia tidak bisa menjadi objek putusan hukum kecuali jika dikaitkan dengan tujuan dan kegunaannya. Jika dipakai untuk memasak makanan yang dikonsumsi keluarga, misalnya, penggunaan pisau tersebut bernilai positif dan berpahala. Sebaliknya, jika ia dipakai untuk membunuh…

Read More
tafaqquh.com

Klasifikasi Kalam Berdasarkan Penggunaan Lafaz Yang Sesuai Dengan Madlul Dan Tidak Sesuai Kajian Waraqat: Kalam (Bagian 3)

            Sebelumnya Al-Imam Haramain membahas klasifikasi kalam berdasar susunan kata pembentuk kalam –silakan lihat kalam bagian 1— dan klasifikasi kalam berdasar madlul (makna yang ditunjukkan oleh kalam) –silakan lihat kalam bagian 2. Selanjutnya yang menjadi pembahasan adalah klasifikasi kalam berdasarkan penggunaan lafaz yang sesuai dengan madlul (makna yang ditunjukkan oleh suatu lafaz) dan tidak sesuai…

Read More

Kajian Ushul Fikih: Standar Kebaikan (Al-Husnu) dan Keburukan (Al-Qubhu) Dalam Islam

Kebaikan dan Keburukan adalah dua hal yang tidak bisa terlepas dari segala lini kehidupan manusia. Setiap hal pasti akan menduduki posisi sebagai yang baik (kebaikan) atau sebaliknya, menjadi yang buruk (Keburukan). Dalam disiplin ilmu Ushul Fikih kajian tentang standar kebenaran dan keburukan adalah hal yang sangat fundamental dibahas, karena hal tersebut menjadi tolak ukur untuk…

Read More

Ngaji Safinah ke-17: Syarat-syarat berwudu (II)‎

وعما يمنع وصول الماء إلى البشرة، وأن لا يكون على العضو ما يغير الماء، والعلم بفرضيته، وأن لايعتقد فرضا من فروضه سنة Syarat keempat: Tidak Terdapat Penghalang Air Menuju Kulit Syarat ini pada sebenarnya merupakan turunan dari syarat sebelumnya. Karena redaksi النقاء, memiliki dua tinjauan, شرعا (tinjauan syariat) dan حسا (tinjauan kasat mata). Kali ini…

Read More

Kajian Hadis Seputar Anjuran Membaca Qunut Subuh

Doa Qunut menjadi salah satu bacaan yang sering dibaca oleh umat Islam. Biasanya, mereka akan membacanya tatkala salat Subuh, tepatnya di rakaat kedua setelah I’tidal. Bacaannya cukup singkat, namun mengandung banyak manfaat.             Berbicara mengenai doa Qunut, berarti berbicara seputar ihwal ibadah. Dalam kajian hukum Islam, secara dasar, ibadah hukumnya haram. Maksudnya, ritual ibadah harus…

Read More

Beribadah dengan Ikhlas

Ibadah merupakan sebuah persembahan yang hanya ditunjukkan untuk Tuhan seluruh alam, yakni Allah SWT. Meskipun sebenarnya Allah tidak butuh ibadah kita, tapi karena kita yang butuh maka tetap saja kita harus tetap beribadah. Karena tujuan Allah menciptakan kita sebagai manusia adalah untuk beribadah. Allah berfirman dalam surah Az-Zariyat ayat 56, وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا…

Read More

Seberapa Pentingkah Niat? (Kaidah Pertama)

Sebuah niat merupakan langkah awal seseorang melakukan suatu pekerjaan. Nah, tidak afdalrasanya jika kita berbicara niat tanpa menyertakan salah satu kaidah dalam ilmu fikih ini, salah satu sila pertama dalam panca kaidah yang lebih dikenal dengan istilah Qawaid kulliyah. Kaidah yang dimaksud berbunyi, الأمور بمقاصدها “Segala sesuatu tergantung maksud (niat)nya.”                 Kaidah ini berdasar pada…

Read More

Teladan Kesopanan dari Kisah Nabi Nuh

Nama asli Nabi Nuh adalah Abdul Ghaffar atau dalam pendapat lain Yasykur. Alasan mengenai pergantian nama beliau menjadi Nuh menurut satu versi karena sering menangisi kaumnya yang tidak mau beriman. Sedangkan menurut versi lain karena beliau menangisi kesalahan yang pernah beliau perbuat. Kesalahan tersebut sangat lah fatal, karena dilakukan oleh seorang yang dekat dengan Allah….

Read More
Tafaqquh.com

Al-Imam Muhyiddin Abi Zakariya Yahya An-Nawawi (Bagian Tiga)

Di samping memiliki semangat belajar yang tinggi, Imam Nawawi juga punya semangat menulis yang tak kalah besar. Beliau banyak mengabdikan masa hidupnya dengan menulis. Meski begitu, tidak semua karangan beliau yang tuntas hingga menjadi satu kitab utuh. Untuk itu, Penulis membaginya menjadi tiga bagian. Kitab yang Ditulis Tuntas dan Tersebar Pertama, kitab Riyadl Ash-Shalihin yang…

Read More
Back To Top